Ketua PSHT Jember Dikukuhkan Bupati, Janji Akan Pecat 'Pendekar' yang Buat Onar

- Minggu, 14 November 2021 | 19:15 WIB
Bupati Jember, Hendy Siswanto (tengah) hadir dalam pengukuhan Ketua PSHT Jember pada Sabtu 13 Novmeber 2021 (Pemkab Jember)
Bupati Jember, Hendy Siswanto (tengah) hadir dalam pengukuhan Ketua PSHT Jember pada Sabtu 13 Novmeber 2021 (Pemkab Jember)

Harian Jember - Bupati Jember, Hendy Siswanto hadir dalam acara pengukuhan Ketua Persaudaraaan Setia Hati (PSHT) Cabang Jember pada Sabtu 13 November 2021.

Dalam acara tersebut, Bupati Jember ikut mengukuhkan Ketua PSHT Jember yang baru yaitu H.Jono Wasinuddin, S.Kep. M.Si untuk periode 2021-2026.

Selain itu, terdapat nama H. Muhtaris yang dilantik sebagai Ketua Dewan Cabang.

Baca Juga: Daftar 3 Kecamatan di Jember Langganan Banjir, Bupati Jember Jelaskan Alasannya

Bupati Hendy mengaku bangga terhadap peran PSHT selama ini setia dalam mendukung program pemerintah.

“Saya diberi amanah untuk memimpin Jember dan ternyata di Jember ada organisasi yang sangat tua sekali, Insyaallah tahun depan berusia 1 abad. Tentunya peran PSHT juga berperan dalam kemerdekaan negeri ini. Adanya negeri Indonesia yang kita cintai ini di dalamnya juga ada PSHT,” kata Bupati Hendy dalam pidatonya.

Di lain pihak, Ketua PSHT Jember yang baru, Jono Wasinudin menegaskan akan memecat 'pendekarnya' yang sering melanggar dan berkali-kali buat onar.

Baca Juga: Kantor DP3AKB Jember Terbakar, Api dari Ruang Kepala Dinas dan Penyimpanan Alat Kontrasepsi

"Kita fokus pada penataan internal dulu. Kita akan evaluasi, oknum warga PSHT yang sering bermasalah dan tidak bisa ditata, dengan tegas kami akan pecat. Melanggar sumpah dan hukum tidak ada ampun," katanya seperti dikutip Harian Jember dari suarajatim Sabtu 13 November 2021.

Selain itu, Jono menerangkan bahwa warga yang dipecat itu, dibolehkan ikut latihan dari polos lagi seperti siswa pada umumnya, itupun kalau mau jadi warga PSHT kembali.

Baca Juga: Bupati Jember Sebut Dunia Pendidikan Sedang 'Lost Generation', Apa Maksudnya?

"Bagi yang terkena sanksi dipecat, harus latihan lagi. Tapi pengesahannya kita semua yang tanggung gratis," ujarnya menegaskan.

Jono mengakui bahwa selama ini pihaknya tidak henti-henti memberikan peringatan dan pemahaman agar tidak terlibat tindakan di luar ketentuan.

"Pembinaan, pendidikan kerohanian dan ke-SH-an sudah kita lakukan. Andai mereka tetap seperti itu, berarti bukan salah kita. Tetapi oknumnya yang bermasalah. Salah satu jalan ya kami pecat," ujarnya.***

Halaman:

Editor: Fabby Nidufias D

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X