Alat Pantau Erupsi Gunung Semeru Rusak, Peringatan Dini Tidak Bisa Dilakukan Sebelumnya

- Senin, 6 Desember 2021 | 11:05 WIB
Alat pantau erupsi Gunung Semeru diduga rusak sehingga tidak dapat memberikan peringatan dini. (penginapan.net)
Alat pantau erupsi Gunung Semeru diduga rusak sehingga tidak dapat memberikan peringatan dini. (penginapan.net)

HarianJember.com - Musibah erupsi Gunung Semeru pada Sabtu, 4 Desember 2021 menelan belasan nyawa, tiga ribu rumah tertimbun material vulkanik, dan 13 fasilitas umum rusak total.

Banyak warga sekitar yang menjadi korban jiwa diduga karena tidak berfungsinya alat pantau erupsi Gunung Semeru.

Hal itu disampaikan oleh petugas kepada Mensos Tri Rismaharini, "Penjelasan dari petugas mengalamai kerusakan, sempat ditegur sama Mensos," ujar Dr. Sujatmiko, S.H, M.Hum dilansir HarianJember.com dari jareku.id.

Sujatmiko yang juga merupakan Ketua DPRD Lumajang dan mantan anggota DPRD 3 periode tersebut tidak mau memberikan keterangan lebih lanjut.

Yang jelas perhatian ormas, partai relawan cukup banyak berlebih. "Benar. Semua perhatian tercurah pada bencana nasional ini. Presiden Joko Widodo perintahkan BNPB untuk terjun langsung." ucapnya

Baca Juga: Cek Daftar Penerima Bansos Desember 2021, Segera Cairkan Bansos Sembako BPNT Rp 300 Ribu di Link Ini

Gubernur Jatim kemarin langsung ngepos ke Pemkab Lumajang. Demikian pula Mensos Tri Risma gregetan mendengar langsung petugas soal perangkat pantau Gunung Semeru yang rusak.

Hingga kini, sebanyak 2.970 rumah warga Pronojiwo dan Candiouro terdampak erupsi Gunung Semeru berupa awan panas guguran.

Terkubur material vulkanik. Ribuan warga mengungsi di sejumlah sekolah dan kantor desa.

Halaman:

Editor: Fabby Nidufias D

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X