Izin Usaha OVO Finance Dicabut, Dilarang Lagi Melakukan Hal-hal Berikut

- Rabu, 10 November 2021 | 10:51 WIB
Izin usaha OVO Finance Indonesia telah dicabut OJK (tangkapan layar)
Izin usaha OVO Finance Indonesia telah dicabut OJK (tangkapan layar)

Harian Jember - Izin usaha OVO Finance dicabut oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perusahaan PT OVO Finance Indonesia berbeda dengan dompet digital OVO di bawah PT Visionet International yang bergerak di bidang pembayaran.

Pencabutan izin usaha PT OVO Finance Indonesia tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-110/D.05/2021.

"Pencabutan izin usaha tersebut berlaku sejak Surat Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan pada tanggal ditetapkan," tulis OJK dalam Pengumuman Nomor PENG-73/NB.1/2021 tentang Pencabutan Izin Usaha Perusahaan Pembiayaan PT OVO Finance Indonesia tersebut.

Keputusan pembubaran terhadap perusahaan pembiayaan (finance) yang beralamat di Gedung Lippo Kuningan, Jakarta Selatan tersebut diumumkan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Baca Juga: 12 Cara Cek Resi JNE, Lacak Paket Lewat HP dengan Cepat dan Mudah

Pencabutan izin usaha terhadap PT Finance Indoensia tersebut mengakibatkan perusahaan tersebut dilarang melakukan kegiatan usaha di bidang pembiayaan dan wajib menyelesaikan hak dan kewajiban sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Kewajiban-kewajiban tersebut antara lain: 

  1. Penyelesaian hak dan kewajiban debitur, kreditur, dan/atau pemberi dana yang berkepentingan
  2. Memberikan informasi secara jelas kepada debitur, kreditur, dan/atau pemberi dana yang berkepentingan mengenai mekanisme penyelesaian hak dan kewajiban
  3. Menyediakan pusat informasi dan pengaduan nasabah di internal perusahaan.

Baca Juga: Penjelasan OVO Terkait Pencabutan Izin Usaha: Bukan Bagian dari Dompet Digital OVO

Selain itu, perusahaan yang dicabut izin usahanya juga harus patuh dengan ketentuan Pasal 112 POJK Nomor 47/POJK.05/2020 tentang Perizinan Usaha dan Kelembagaan Perusahaan Pembiayaan dan Perusahaan Pembiayaan Syariah.

Halaman:

Editor: Fabby Nidufias D

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X